www.ahmadtrisofyan.com-Salah satu ibadah yang dituntunkan dalam agama Islam yaitu puasa. Puasa ada yang hukumnya wajib, ada juga yang hukumnya sunah. Untuk puasa wajib, umat Islam harus melaksanakannya. Jika meninggalkan, maka ia akan berdosa atau mendapat konsekuensi lainnya. Sedangkan untuk puasa sunah, seorang yang melaksanakannya akan mendapat pahala. Jika meninggalkan, ia tidak berdosa.
Pada artikel ini, fokus pembahasannya yaitu macam-macam puasa sunah dan waktu pelaksanaannya. Harapan dari penulis untuk pembaca semua, semoga pengetahuannya bertambah dan semakin termotivasi untuk melaksanakan ibadah puasa sunah.
Jenis puasa Sunah dan Waktu Pelaksanaannya
- Puasa Senin dan Kamis
Waktu untuk melaksanakan puasa ini yaitu setiap hari senin dan kamis. Terkait puasa senin dan kamis, Rasulullah pernah ditanya oleh sahabatnya dan beliau menjawab :
“itu adalah hari kelahiranku dan diturunkannya wahyu kepadaku” (H.R Muslim)
- Puasa Daud
Hamba Allah yang mengawali puasa Daud adalah Nabi Daud. Puasa ini dilaksanakan secara selang-seling (sehari puasa, sehari tidak).
Nabi Muhammad saw. pernah bersabda yang artinya:
Puasa yang paling utama adalah puasa Nabi Daud. Beliau biasa berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari (H.R Bukhari Muslim)
- Puasa Ayyamul Bidh
Ayyamul Bid disebut juga hari-hari putih. Alasannya yaitu pada hari ini bulan terlihat terang pada malam harinya. Kapan pelaksanaan puasa Ayyamul Bid? Puasa ini dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah atau Qomariah.
- Puasa Syawal
Umat Islam yang telah menyelesaikan puasa Ramadhan, dianjurkan untuk melanjutkan puasa sunah syawal. Waktu pelaksanaannya yaitu hari kedua pada bulan syawal sampai akhir bulan syawal. Jumlah hari untuk berpuasa yaitu 6 hari, bisa dilakukan secara berturut-turut, bisa juga berselang-seling.
Rasulullah bersabda yang artrinya:
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan lalu melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia setara dengan puasa sepanjang tahun (H.R Muslim)
- Puasa Tasu’a
Puasa tasu’a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, satu hari sebelum pelaksanaan puasa tanggal 10 Muharram. Puasa Tasu’a berfungsi sebagai pembeda dari puasanya orang-orang Yahudi yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram.
- Puasa Asyura
Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.
Terkait dengan keutamaan puasa Asyura, silakan perhatikan arti dari hadits berikut:
Nabi Muhammad saw. ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura, beliau menjawab, “Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (H.R Muslim)
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).
- Puasa Arafah
Puasa sunah ini dilaksanakan sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Dengan demikian, pelaksanaannya beratis etiap tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.
Setelah mengenal tujuh jenis puasa sunah, semoga umat Muslim banyak yang tergerak untuk menngamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika belum bisa melaksanakan semuanya, minimal ada satu jenis puasa sunah yang rutin diamalkan.